Setelah mempelajari perjalanan Pendidikan
dapat disimpulkan bahwa, peristiwa yang membuat saya merasa berkembang ketika
saat guru menyampaikan materi pembelajaran dengan baik, dan saya semangat untuk
belajar, kemudian hasil yang diperoleh menjadi lebih baik, disitulah saya
merasa bahwa saya ada perekmbangan dalam belajar. Sosok guru yang mengispirasi
saya yaitu guru yang ketika mengajar tidak pelit ilmu, dalam kata lain semua
ilmu yang dimiliki di limpahkan kepada murid-muridnya, sehingga meurid tersebut
menjadi paham apa yang ia ajarkan. Ketika guru tersebut memberi challenge/ quiz
namun hal tersebut belum pernah
diajarkan sebelumnya, dan setelah itu diberi reward, disitulah saya tertarik
dan mencoba challenge tersebut, akhirnya saya berhasil dan memenangkan reward
tersebut. ketika saya menerapkan hal yang sama, murid-murid saya jadi tertarik
pada saat belajar di kelas saya.
Alasan saya untuk menjadi guru, pertama
karena panggilan hati, kedua karena saya tertarik untuk berbagi ilmu dan
kemudian saya jurusan dari Pendidikan, semua hal tersebut jika digabung jadilah
saya sebagai seorang guru, saya sangat positif dengan pilihan saya untuk
menjadi pengajar, karena ketertarikan saya untuk menyampaikan ilmu kepada
peserta didik, apalagi sampai membuat siswa tersebut cerdas, hal tersebut
semakin memotivasi saya untuk menjadi pengajar yang lebih baik lagi. Saya suka
dengan salah satu hadist yang artinya, “sebaik-baiknya manusia adalah manusia
yang bermanfaat untuk orang lain” dan “ilmu ibarat pohon, ilmu yang bermanfaat
bagaikan pohon yang berbuah” jadi pada intinya kita tidak boleh memendam ilmu
itu sendiri, melainkan ilmu itu harus disebar luaskan, agar orang-orang di
sekeliling kita merasakan dampak positifnya.
Dalam kehidupan tentunya sulit untuk
bersikap adil, walau terkadang kita sudah berusaha untuk bersikap adil terhadap
peserta didik, namun pastinya kita pernah menemukan beberapa kasus yang
mencerminkan bahwa kita tidak bersikap adil. Salah satu cara agar kita tetap
istiqomah dalam bersikap adil yaitu dengan cara menerapkan prinsip ajaran islam
yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar, dimana kita di anjurkan untuk
melaksanakan sesuatu perbuatan yang baik
dan meninggalkan perbuatan yang buruk. Begitupun dengan peserta didik, jika
kita melihat peserta didik kita salah, maka tugas kita sebagai guru yaitu
meluruskan, memberitahunya dengan baik, dan mecontohkan yang baik terhadap
peserta didik. Sebisa mungkin untuk menghindarkan sikap yang tidak adil antar
peserta didik.
Perkuliahan filosofi Pendidikan ini sangat
penting untuk dipelajari, mengingat betapa sulitnya sistem pembelajaran dahulu
hingga saat ini sudah menjadi lebih baik. Saya yakin dengan mempelajari mata
kuliah ini, dapat memotivasi saya unntuk menjadi guru yang lebih baik lagi. Hal
yang memotivasi saya yaitu ketika saya sudah menerapkan ilmu Pendidikan ke
dalam proses pembelajaran peserta didik di sekolah, dan dapat menebarkan ilmu
yang bermanfaat untuk peserta didik. Strategi yang akan saya terapkan yaitu
dengan belajar sugguh-sungguh serta menerima masukan dan saran dari siapapun. Tentunya
saya membutuhkan lingkungan dan teman-teman yang mendukung proses saya untuk
menjadi guru professional, saling mengingatkan antar sesame dan menolong ketika
dalam kesulitan. Langkah-langkah yang saya kerjakan yaitu dengan menjalankan
program Pendidikan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Dengan adanya
mata kuliah ini saya harap saya bisa menjadi guru professional yang
sesungguhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar